JENIS-JENIS LAYANAN BKI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bimbingan konseling Islam adalah proses pemberi bantuan terarah, kontinu dan sistematis kepada setiap individu agar ia dapat mengembangkan potensi atau fitrah beragama yang dimilikinya secara optimal dengan cara menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Quran dan Hadist Rasulullah SAW ke dalam dirinya, sehingga ia dapat hidup selaras dan sesuai tuntutan Al-Quran dan Hadist.
Pelayanan bimbingan dan konseling ditujukan untuk membantu klien atau anak bimbing untuk mengatasi problematikanya dalam berbagai bidang yang dihadapinya. pelayanan bimbingan dan konseling sesuai dengan perkembangan kehidupan manusia yang semakin kompleks, maka bimbingan dan konseling pun berkembang sesuai kehidupan masyarakat.
Bagi umat Islam bimbingan demikian memang merupakan salah satu kewajiban agama yang dibebankan oleh Tuhan kepada umat manusia untuk dilaksanakan dalam segala sektor kehidupan masyarakat justru masyarakat kita memang sanngat memerlukannya.
Untuk itu kami dalam makalah ini akan membahas tentang apa-apa saja jenis layanan bimbingan dan konseling Islam, yang dapat dijadikan pedoman bagi calon konselor nantinya untuk melaksanakan proses bimbingan dan konseling Islam.
B. Rumusan Masalah
a. Apa saja jenis layanan bimbingan konseling Islam?
b. Apa saja yang ada dalam isi layanan Konseling?
C. Tujuan
a. Untuk mengetahui jenis layanan bimbingan dan konseling
b. Untuk mengetahui layanan apa saja yang ada di dalam konseling
BAB II
PEMBAHASAN
A. JENIS-JENIS LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
1. Layanan Orientasi
Layanan orientasi adalah salah satu jenis layanan konseling yang memungkin umat beragama mengenal dan memahami permasalahan nya dari orang-orang yang dapat memberikan pengaruh untuk mempermudah dan memperlancar berperannya seseorang di lingkungan hidup yang baru dimasuki.
a. Tujuan Layanan Orientasi
Layanan orientasi bertujuan untuk membantu individu agar mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan atau situasi yang baru. Dengan perkataan lain agar individu dapat memperoleh manfaat sebesar-bsesarnya dari berbagai sumber yang ada pada suasana atau lingkungan baru. Layanan ini juga akan mengantarkan individu pada suasana atau lingkungan baru.
secara lebih khusus tujuan layanan orientasi berkenaan dengan fungsi-fungsi tertentu pelayanan bimbingan dan konseling. Dilihat dari fungsi pemahaman, layanan orientasi bertujuan untuk membantu individu untuk memiliki pemahaman tentang berbagai hal yang penting dari suasana yang baru dijumpainya.
Dilihat dari fungsi pencegahan, layanan orientasi bertujuan untuk membantuindividu agar terhindar dari hal-hal negatif yang dapat timbul apa bila individu tidak memahami situasi atau lingkungan yang baru. Dilhat dari fungsi pengembanga, apabila individu mampu menyesuaikan diri secara baik dan mampu memanfaatkan secara konstruktif sumber-sumber yang ada pada situasi yang baru, maka individu akan dapat mengembangkan dan memelihara potensi dirinya.
Layanan orientasi yang efektif mempercepat proses adabtasi dan juga memberikan kemudhan untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
2. layanan informasi
a. Makna Layanan Informasi
Layanan informasi adalah salah satu jenis layanan konseling yang memungkinkan umat atau orang beragama menerima dan memahami informasi dan pengetahuan tentang dari sunber yang layak dipercaya untuk dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam melaksanakan amal saleh serta membuat pertimbangan dan mengambil keputusan bagi penentuan sikap dan tingkah laku keberagaman atau nasib dan jalan hidupnya.
b. Tujuan Layanan Informasi
Mampu memahami dan menerima diri dan lingkunganya.Mengambil keputrusan, Mengarahkan diri untuk kegiatan-kegiatan yang berguna sesuai dengan keputusan yang diambil.
3. Layanan penempatan dan penyaluran potensi
a. Makna Layanan Penempatan Dan Penyaluran Potensi
Layanan penempatan dan penyaluran potensi, minat dan bakat adalah salah satu jenis layanan konseling yang memungkinkan seseorang atau Umat beragama memperoleh penempatan hidup keberagamaan sesuai dengan potensi, minat dan bakat serta situasi dan kondisi yang dimiliki dalam menuju Allah SWT.
b. Tujuan Layanan Penempatan Dan Penyaluran
Layanan bertujuan supaya siswa bisa menempatkan diri dalam program studi akademik dan lingkup kegiatan non akademik yang menunjang perkembangannya serta semakin merealisasikan rencana masa depan.
4. Layanan penguasaan konten
a. Makna Layanan Peguasa Konten
adalah salah satu jenis layanan konseling yang memungkinkan orang atau umat beragama mengembangkan sikap dan tingkah laku keberagamaan yang baik dalam pembelajaran agama, materi belajar agama yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajar, serta berbagai aspek dari tujuan dan kegiatan belajar agama yang berguna bagi pengembangan kehidupan beragama ke arah yang lebih baik.
b. Tujuan Layanan Penguasa Konten
Pertama, merujuk pada fungsi pemahaman, layanan konten bertujuan agar individu memahami berbagai konten tertentu yang mencakup fakta-fakta, konsep, proses, hukum dan aturan, nilai-nilai , persepsi, aveksi, sikap dan tindakan.
Kedua, merujuk pada fungsi pencegahan, layanan konten bertujuan untuk membantu individu agar tercegah dari maslah-masalah tertentu terlebih apabila kontenya terarah kepada terhindarnya individu dari mengalami masalah tertentu.
Ketiga, merujuk pada fungsi pengentasan, layanan penguasaan konten bertujuan untuk mengentaskan atau mengatasi masalah yang sedang dialami oleh individu.
Keempat, merujuk kepada fungsi pengembangan dan pemeliharaan, tujuan layanan penguasaan konten adalah untuk mengembangkan potensi indivu sekaligus memelihara potensi-potensi yang telah berkembang pada diri klien dan seharusnya sesuai fungsi-fungsi bimbinngan konseling.
5. Layanan Konseling Individual (Perorangan)
a. Makna Layanan Konseling Individual (perorangan)
Layanan konseling individual (perorangan) adalah salah satu jenis layanan konseling yang memungkinkan klien mendapatkan layanan konseling langsung bertatap muka dengan konselor dalam rangka pembahasan dan penanganan permasalahan yang mengganggu kehidupan.
b. Tujuan Layanan Konseling Individual
Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar klien memahami kondisi dirinya sendiri, lingkungannya, permasalahan yang dialamai, kekuatan dan kelemahan dirinya sehingga klien mampu mengatasi dirinya. Dengan perkataan lain konseling perorangan bertujuan untuk mengentaskan masalah yang dialami klien.
6. Layanan Konseling Kelompok
a. Makna Layanan Konseling Kelompok
Layanan konseling kelompok adalah salah satu jenis layanan konseling yang memungkinkan sejumlah atau sekelompok (1-9) orang beragama memperoleh kesempatan bagi pembahasan, pengobatan dan pengentasan permasalahan yang sama-sama mereka alami melalui suasana dinamika kelompok (jamaah).
b. Tujuan Layanan Konseling Kelompok
Layanan konseling kelompok secara umum bertujuan untuk pengembangan kemampuan bersosialisasi khususnya kemmapuan berkomunikasi peserta layanan.
Secara lebih khusus, layanan bimbingan kelompok bertujuan untuk mendorong pengambangan perasaan, pikiran, persepsi, wawasan dan sikap yang menunjang perwujudan tingkah laku yang lebih efektif, yakni peningkatan kemampuan berkomunikasi baik verbal maupun non verbal.
7. Layanan Konsultasi
a. Makna Layanan Konsultasi
Layanan konsultasi adalah salah satu jenis layanan dalam konseling yang memungkinkan orang beragama (konsulti, dua atau lebih) bisa brkonsultasi kepada konsultan, terhadap permasalahan, sehingga mereka memiliki keyakinan dan wawasan, pengetahuan dan pemahaman serta jalan dan cara yang peru dilaksanakan dari konsultan dalam menangani situasi dan kondisi permasalahan pihak ketiga dan sebelum menentukan sikap dan bertingkah laku serta mengambil dan menjalankan keputusan.
b. Tujuan Layanan Konsultasi
a) Secara umum layanan konsultasi bertujuan agar klien dengan kemampuannya sendiri dapat menangani kondisi atau permasalahan yang dialami pihak ketiga.
b) Secara khusus tujuan layanan konsultasi adalah agar konsulti memiliki kemampuan diri yang berupa. Wawasan, pemahaman, dan cara-cara bertindak terkait langsung dengan suasanan atau permasalahan pihak ketiga.
8. Layanan Mediasi Permasalahan
a. Makna Mediasi Permasalahan
Layanan mediasi permasalahan adalah salah satu jenis layanan konseling yang dilaksanakan oleh konselor agama sebagai perantara, penghubung atau hakim terhadap keuntungan dua pihak (atau lebih) yang sedang dalam keadaan saling tidak menemukan kecocokan.
b. Tujuan Layanan Mediasi Permasalahan
Secara umum layanan mediasi bertujuan agar tercapai kondisi hubungan yang positif dan kondusif diantara para klien, atau pihak-pihak yang bertikai, atau bermusuhan.
Secara lebih khusus layanan mediasi bertujuan agar terjadi perubahan atas kondisi awal yang negatif menjadi kondisi baru dalam hubungan antara kedua belah pihak yang bermaslahan.
9. Layanan Advokasi
a. Makna Layanan Advokasi
Layanan advokasi adalah salah satu jenis layanan dalam konseling yang memungkinkan seseorang mendapat bantuan dan pembelaan terhadap ketidak adilan perlakuan yang didapati dalam hidup keberagamaan dan hak yang tidak mendapatkan perhatian dan pemenuhan.
b. Tujuan Layanan Odvokasi
Untuk melindungi hak-hak beragama klien agar mendapatkan perlakuan secara adil.
B. ISI LAYANAN KONSELING
a. Pengembanga pribadi dalam beragama
b. Pengembangan hubungan sosial
c. Pengembangan kegiatan belajar
d. Pengembangan karir
e. Pengembangan kehdupan berkeluarga
f. Pengembangan kehidupan beragama.
C. TEKNIK LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
a. Format lapangan.
Format ini ditempuh apabila pesrta layanan melakukan kegiatan keluar kelas atau ruangan dalam rangka mengakses objek-objek tertantu yang menjadi isi layanan. Melalui format ini, peserta mengunjung objek-objek yang dimaksud.
b. Format Klasikal.
Dengan format ini, kegiatan layanan orientasi dilaksanankan di dalam kelas atau ruangan . obejk-objek yang menjadi isi layanan dibawa ke dalam kelas atau ruangan dalam bentuk contoh-contoh, ilutrasi melalui gambar, film, tampilan vidio dan sebagainya.
c. Format Kelompok.
Secara umum polanya sama dengan format klasikal, yaitu dilakukan secara berkelompok dan tediri atas sejumlah peserta yang tebatas, misalnya 5-8 orang. Melaui format ini lebih memungkinkan dilakukannya akses yang lebih intensif terhadap objek layanan.
d. Format Individual.
Berbeda dengan format kelomok, format ini merupakan format khusus dilakukan terhadap individu-individu tertentu. Isi layanan juga bersifat khusus disesuaiakan dengan kebutuhan individu yang bersangkutan.
e. Format Politik.
Dengan format ini, konselor atau pembimbing berupaya mengubungkan dan mengaktifkan pihak-pihak di luar peserta layanan untuk memberikan dukungan dan fasilitas yang memudahkan pelaksanaan layanan dan enguntungkan peserta layanan.
D. KEGIATAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING
a. Aplikasi instrumentasi dan himpunan data.
Konferensi kasus, konferensi kasus haru dapat diarahkan untuk mengidentifikasi hal-hal apa saja yang bperlu dijadikan fokus atau isi layanan.Kunjungan rumah, untuk hal-hal tertentu apabila memang diperlukan, konselor atau pembimbing biasa melakukan kunjungan rumah untuk lebih mendalami data siswa atau untuk cros cek data sesuai dengan kebutuhan layananAlih tangan kasus, kegiatan ini dilaksanakan apabila kegiatan kurang terpenuhinya kebutuhan peserta layanan oleh konselor terutama kebutuhan di luar kewanangan konselor.
E. PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
Perencanaan, pada tahap ini, hal-hal yang dilakukan adalahmenetapkan objek orientasi yang akan dijadikan isi layanan.Menetapkan peserta layananmenetapkan jenis kegiatan, termasuk firmat kegiatan Menyiapkan fasilitas termasuk penyaji, narasumber, dan media.Menyiapkan kelengkapan administrasiPelaksanaan pada tahap ini hal-hal yang dilakukan adalahMengorganisasikan kegiatan layananMengimplementasikan pendekatan tertentu termasuk implementasi format layanan dan penggunaan media Evaluasi, hal-hal yng dilakukan adalahMenetapkan materi evaluasiMenetapkan prosedur evaluasiMenyusun instrumen evaluasiMengaplikasikan instrumen evaluasiMengolah hasil aplikasi instrumenAnalisis hasil evaluasi, hal-hal yang dilakukan adalahMenetapkan standar analisisMelakukan analisisMenafsirkan hasil analisisTindak lanjut, hal-hal yang dilakukan adalahMenetapkan arah dan jenis tindak lanjutMengomunikasikan rencana tindak lanjut ke pada berbagai pihak yang terkait.Melaksanakan rencana tindak lanjutLaporan, meliputiMenyusun laporan layanan orientasiManyampaikan laporan ke pada pihak-pihak terkait.Mendokumentasikan laporan layanan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pelayanan bimbingan dan konseling ditujukan untuk membantu klien atau anak bimbing untuk mengatasi problematikanya dalam berbagai bidang yang dihadapinya. pelayanan bimbingan dan konseling sesuai dengan perkembangan kehidupan manusia yang semakin kompleks, maka bimbingan dan konseling pun berkembang sesuai kehidupan masyarakat.
B. Jenis-jenis layanan bimbingan konseling:
1. Layanan orientasi
2. Layanan informasi
3. Layanan penempatan dan penyaluran
4. Pelayanan penguasaan konten
5. Pelayanan konseling perorangan
6. Layanan bimbingan kelompok
7. Layanan konseling kelompok
8. Layanan konsultasi
9. Layanan mediasi
10. Layanan advokasi
Pemakalah menyadari adanya kesalahan dan kekurangan dalam pembuatan makalah ini. Untuk itu pemakalah meminta kritik dan saran kepada dosen pembimbing dan pembaca untuk kesempurnaan pemakalah selanjutnya. Atas kritik dan saran pembaca kami ucapkan terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
Prayetno. 2015. Dasar-Dasar Bimbingan Konseling. Jakarta: PT Asdi Maha Satya
Tohirin. 2013. Bimbingan dan Konseling. jakarta : PT Raja Grafindo Persada
Yahya Jaya. 2015. Wawasan Profesional Konseling KSKK Islam. Padang: Hayfa Perss
Drs. Samsul murin amin,M.A,BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM, AMZAH,2015. Hal.47
Komentar
Posting Komentar